Rabu, 25 November 2009

Perawatan Pesawat

Setiap pesawat udara selama beroperasi pasti mempunyai jadwal untuk perawatan. Perawatan ini harus dilakukan karena setiap komponen mempunyai batas usia tertentu sehingga komponen tersebut harus diganti. Selain itu, komponen juga harus diperbaiki bila ditemukan telah mengalami kerusakan. Secara garis besar, program perawatan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu perawatan preventif dan korektif. Perawatan preventif adalah perawatan yang mencegah terjadinya kegagalan komponen sebelum komponen tersebut rusak. Sedangkan perawatan korektif adalah perawatan yang memperbaiki komponen yang rusak agar kembali ke kondisi awal.

Perawatan preventif dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
• Perawatan periodik atau hard time, merupakan perawatan yang dilakukan berdasarkan batas waktu dari umur maksimum suatu komponen pesawat. Dengan kata lain, perawatan ini merupakan perawatan pencegahan dengan cara mengganti komponen pesawat meskipun komponen tersebut belum mengalami kerusakan.
• Perawatan on-condition, merupakan perawatan yang memerlukan inspeksi untuk menentukan kondisi suatu komponen pesawat. Setelah itu ditentukan tindakan selanjutnya berdasarkan hasil inspeksi tersebut. Bila ada gejala kerusakan, komponen tersebut dapat diganti bila alasan-alasan teknik dan ekonominya memenuhi.

Perawatan korektif dikenal pula dengan nama condition monitoring yaitu perawatan yang dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada suatu komponen, dengan cara memperbaiki komponen tersebut. Bila cara perbaikan tidak dapat dilakukan dengan alasan teknik maupun ekonomi, maka harus dilakukan penggantian.

Interval Perawatan Pesawat
Perawatan pesawat biasanya dikelompokkan berdasarkan interval yang sepadan dalam paket-paket kerja atau disebut dengan clustering. Hal ini dilakukan agar tugas perawatan lebih mudah, efektif dan efisien. Interval yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:
 Flight Hours
Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah jam operasional suatu pesawat terbang.
 Flight Cycle
Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah takeoff-landing yang dilakukan suatu pesawat terbang. Satu kali takeoff-landing dihitung satu cycle.
 Calendar Time
Merupakan interval inspeksi yang dilakukan sesuai dengan jadwal tertentu.
Dari jumlah tugas perawatan atau inspeksi yang dilaksanakan, maintenance dapat dibagi dalam minor maintenance seperti transit check, before departure check, daily check, weekly check dan heavy maintenance seperti A-Check, B-Check , C-Check dan D-Check.

Minor maintenance:
 Transit Check
Inspeksi ini harus dilaksanakan setiap kali setelah melakukan penerbangan saat transit di station mana pun. Operator biasanya memeriksa pesawat untuk memastikan bahwa pada pesawat tidak terdapat satu pun kerusakan struktur, semua sistem berfungsi dengan sebagaimana mestinya, dan servis yang diharuskan telah dilakukan.
 Before Departure Check
Inspeksi ini harus dilakukan sedekat mungkin sebelum tiap kali pesawat berangkat beroperasi, maksimal dua jam sebelumnya.
 Daily Check (Overnight Check)
Pemeriksaan ini harus dilakukan satu kali dalam jangka waktu 24 jam setelah daily check sebelumnya dilakukan. Setiap hari pesawat telah diprediksi akan ground stop minimal selama empat jam. Inspeksi ini mencakup pemeriksaan komponen, pemeriksaan keliling pesawat secara visual untuk mendeteksi ada atau tidaknya ketidaksesuaian, melakukan pengamanan lebih lanjut, dan pemeriksaan sistem operasional.
 Weekly Check
Pemeriksaan ini harus telah dilakukan dalam tujuh hari penanggalan. Termasuk dalam inspeksi ini adalah before departure check.

Aircraft maintenance checks adalah periode pemeriksaan yang harus dilakukan pada pesawat setelah penggunaan pesawat untuk jangka waktu tertentu, digunakan sebagai parameter interval untuk heavy maintenance yang meliputi A-Check, B-Check, C-Check, dan D-Check.

A Check — Dilakukan kira-kira setiap satu bulan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan hingga 10 jam. Pemeriksaan ini bervariasi, bergantung pada tipe pesawat, jumlah siklus (takeoff dan landing dianggap sebagai siklus pesawat, atau jam terbang sejak pemeriksaan terakhir. Perawatan pesawat jenis ini hanya melakukan pemeriksaan pada pesawat terbang untuk memastikan kelaikan mesin, sistem-sistem, komponen-komponen, dan struktur pesawat untuk beroperasi. Untuk Boeing 737 Classic A-check dilakukan setelah 300 jam terbang, Airbus A340 setelah 450 jam terbang, Boeing 747-200 setelah 650 jam.

B Check —Bergantung pada masing-masing jenis pesawat, pemeriksaan berkisar antara 9 hingga 28 jam ground time dan biasanya dilakukan kira-kira setiap lima bulan. Perawatan pesawat dalam skala kecil ini hanya meliputi proses pembersihan, pelumasan, penggantian ban apabila sudah aus, penggantian baterai, dan inspeksi struktur bagian dalam.
C Check — Sebuah pesawat harus melakukan C-Check setelah 15-18 bulan. Bergantung pada tipe pesawat, pemeriksaan ini bisa memakan waktu 10 hari. Perawatan pesawat tipe ini merupakan inspeksi komprehensif termasuk bagian-bagian yang tersembunyi, sehingga kerusakan dan keretakan di bagian dalam dapat ditemukan. Untuk Boeing 737-300 dan 737-500, inspeksi ini dilakukan setiap 4.000 FH. Untuk Boeing 737-400 dilakukan setiap 4.500 FH. Sedangkan untuk Boeing 747-400 dilakukan setiap 6.400 FH dan Airbus A-330-341 dilakukan setiap 21 bulan.

D Check — Inspeksi ini biasa disebut overhaul. Pemeriksaan jenis ini adalah perawatan yang paling detail, untuk pesawat Boeing 737-300, 737-400 dan 737-500, inspeksi ini dilakukan setiap 24.000 FH. Sedangkan untuk Boeing 747-400 dilakukan setiap 28.000 FH dan untuk Airbus A-330-341 dilakukan setiap 6 tahun. Pada pengecekan jenis ini pesawat diinspeksi secara keseluruhan, biasanya memakan waktu 1 bulan.

Nama dan Alamat Perusahaan Pembuat Komponen dan Perbaikan Pesawat Terbang

Also Indonesia Wisesa, PT.
Puri Sentra Niaga Complex Block B No. 46,Jl. Raya Kalimalang, Kalimalang,Jakarta Timur 13620,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 8608077
No Telepon.(021) 8608077
Spaceports for aircraft and component repair

Sarigema Dinamika, PT.
Jl. Daan Mogot No. 119 Block A-12,Jakarta Barat 11510,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5604465
No Telepon.(021) 5669447
Aircraft equipment and component

Dirgantara Indonesia (Persero), PT.
GPM Building, 6th Floor,Jl. Pajajaran No. 154,Bandung 40174 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
No Fax.(022) 6019538, No Fax.(022) 6031827
No Telepon.(022) 6031717, No Telepon.(022) 6034562, No Telepon.(022) 6010754
Aircraft: component, engine and equipment

Dirgantara Indonesia (Persero) [Jakarta Branch], PT.
Sentra Mulia Building, 10th Floor,Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-6 No. 8, Kuningan,Jakarta Selatan 12940,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5225971
No Telepon.(021) 5225970
Aircraft : component, engine and equipment

Rolls Royce International Ltd.
Mid Plaza II, 16th Floor,Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11,Jakarta Pusat 10220,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5706286
No Telepon.(021) 5703888
Aircraft engine and component

Transavia Utama, PT.
Graha Paramita,Jl. Denpasar Raya Block D-2 Kav. 8, Kuningan,Jakarta Selatan 12940,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5265335, No Fax.(021) 5265336
No Telepon.(021) 5266161, No Telepon.(021) 5270888
Aircraft equipment and component
Navigation
Telecommunication equipment
Raytheon
General Motors
Hawker Pacific
JPS
Lockheed Martin
Pratt & Whitney
Rockwell Collins
Rockwell Collins Avionics
Sam Yung
Schweizer
Sikorsky
Skywave

Goodrich Pindad Aeronautical Systems Indonesia, PT.
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 517,Bandung 40284 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
No Fax.(022) 7305486
No Telepon.(022) 7319603, No Telepon.(022) 7319602
Aircraft component

Pascal Reka Intranusa, PT.
Jl. Taman Empu Sendok No. 30, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan 12110,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5276902
No Telepon.(021) 5736175, No Telepon.(021) 5279180
Water and electric pump
Valve
Stainless steel
Steel, spring
Aircraft component, gear

Nama dan Alamat Perusahaan Pembuat Komponen dan Perbaikan Pesawat Terbang

Also Indonesia Wisesa, PT.
Puri Sentra Niaga Complex Block B No. 46,Jl. Raya Kalimalang, Kalimalang,Jakarta Timur 13620,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 8608077
No Telepon.(021) 8608077
Spaceports for aircraft and component repair

Sarigema Dinamika, PT.
Jl. Daan Mogot No. 119 Block A-12,Jakarta Barat 11510,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5604465
No Telepon.(021) 5669447
Aircraft equipment and component

Dirgantara Indonesia (Persero), PT.
GPM Building, 6th Floor,Jl. Pajajaran No. 154,Bandung 40174 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
No Fax.(022) 6019538, No Fax.(022) 6031827
No Telepon.(022) 6031717, No Telepon.(022) 6034562, No Telepon.(022) 6010754
Aircraft: component, engine and equipment

Dirgantara Indonesia (Persero) [Jakarta Branch], PT.
Sentra Mulia Building, 10th Floor,Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-6 No. 8, Kuningan,Jakarta Selatan 12940,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5225971
No Telepon.(021) 5225970
Aircraft : component, engine and equipment

Rolls Royce International Ltd.
Mid Plaza II, 16th Floor,Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11,Jakarta Pusat 10220,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5706286
No Telepon.(021) 5703888
Aircraft engine and component

Transavia Utama, PT.
Graha Paramita,Jl. Denpasar Raya Block D-2 Kav. 8, Kuningan,Jakarta Selatan 12940,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5265335, No Fax.(021) 5265336
No Telepon.(021) 5266161, No Telepon.(021) 5270888
Aircraft equipment and component
Navigation
Telecommunication equipment
Raytheon
General Motors
Hawker Pacific
JPS
Lockheed Martin
Pratt & Whitney
Rockwell Collins
Rockwell Collins Avionics
Sam Yung
Schweizer
Sikorsky
Skywave

Goodrich Pindad Aeronautical Systems Indonesia, PT.
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 517,Bandung 40284 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
No Fax.(022) 7305486
No Telepon.(022) 7319603, No Telepon.(022) 7319602
Aircraft component

Pascal Reka Intranusa, PT.
Jl. Taman Empu Sendok No. 30, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan 12110,Indonesia
DKI Jakarta
No Fax.(021) 5276902
No Telepon.(021) 5736175, No Telepon.(021) 5279180
Water and electric pump
Valve
Stainless steel
Steel, spring
Aircraft component, gear

Aircraft Charter

Airfast Indonesia PT
Jl HR Rasuna Said Kav C 11-14 Plaza Kuningan Menara Utr JAKARTA  12940 DKI JAKARTA
Phone : 021-5200696
Fax : 021-5202557
Email : charter@airfast.co.id
URL : www.airfastindonesia.com
Camar Nuansa Airservice PT
Jl Stasiun Senen 18 G JAKARTA  10410 DKI JAKARTA
Phone : 021-4219660
Fax : 021-4223077
Email : camarair@indosat.net.id
East Indonesia Air Taxi And Charter Service PT( Eastindo PT )
Halim Perdanakusuma Airport Terminal Bldg JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8093500, 021-8091108
Fax : 021-8092710
Gatari Air Service PT
Bandara Halim Perdana Kusuma Airport Terminal Bldg Lt 2 JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-8093428, 021-80885321, 021-8092472
Fax : 021-8092900
Email : gatari@ibm.net.id
Heavylift Indonesia PT
Jl Bangka XI A/4 JAKARTA  12720 DKI JAKARTA
Phone : 021-71792234, 021-7180571, 021-7180601
Fax : 021-7195131
Email : nurmans@cbn.net.id
Helizona PT( Robinson Helicopter )
Jl Raya Brt Boulevard Perk Plaza Pasifik Bl A-4/C 73-75 JAKARTA  00000 DKI JAKARTA
Phone : 021-45840485, 021-45840488
Fax : 021-4524323
Email : werly@attglobal.net.id
Indoavia PT
Jl Ciledug Raya 9 C-D JAKARTA  12230 DKI JAKARTA
Phone : 021-7253330
Fax : 021-7253330
Intan Angkasa Air Service
Jl HR Rasuna Said Kav X-6/8 Sentra Mulia JAKARTA  12950 DKI JAKARTA
Phone : 021-5222041
Fax : 021-5222041
Mitra Lintas Buana Air PT
Halim Perdanakusuma Airport JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8001083, 021-8001084
Fax : 021-8097238
Multimoda Transportindo Utama PT
Jl Jend Sudirman 2 Ged Arthaloka JAKARTA  10220 DKI JAKARTA
Phone : 021-2512475
Fax : 021-2512476
Nurman Avia
Jl Bangka XI A/4 JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-7180571, 021-71792234, 021-7180601
Fax : 021-7195131
Pelita Air Service PT
Jl Abdul Muis 52-56 A JAKARTA  10160 DKI JAKARTA
Phone : 021-2312030, 021-2311468, 021-2312028, 021-2312047, 021-2312048, 021-2312049, 021-2312052, 021-2312057, 021-2312058, 021-2312059, 021-2312070, 021-2312093, 021-2312095, 021-2312102, 021-2312108, 021-2312114, 021-2312119, 021-2312170, 021-2312171, 021-2312172, 021-2312173, 021-2312176, 021-2312212, 021-2312222, 021-2312223, 021-2312227, 021-2312228, 021-2312229, 021-2312269, 021-2313037, 021-2313201, 021-2313204, 021-2313220, 021-2313221, 021-2313230, 021-2313241, 021-2313242, 021-3440417, 021-3442523, 021-3442524, 021-3442533, 021-3442534, 021-3442535, 021-3442536, 021-3446751, 021-3447140, 021-3447143, 021-3447272, 021-3447343, 021-3447846, 021-3447847, 021-3447850, 021-3507147, 021-3521490, 021-3522094, 021-3522095, 021-3522190, 021-3522191, 021-3522193, 021-3850210, 021-7401123, 021-7401174, 021-7401323, 021-7401509, 021-7401523, 021-7401543, 021-7401684, 021-7401745
Fax : 021-2312063, 021-2312216, 021-3507146
URL : www.pelita-aircharter.com
Pos Ekspres Prima PT
Hanggar Skatek 021 Halim JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8011171, 021-8098668
Rusmindo Internusa Air PT
Wisma BSG Lt 3 A JAKARTA  10160 DKI JAKARTA
Phone : 021-3516646, 021-3516647, 021-3859068, 021-3859074
Fax : 021-3516648
Trigana Air Service PT
Jl Wiraloka Kompl Puri Sentra Niaga Bl D/68-69-70 JAKARTA  13620 DKI JAKARTA
Phone : 021-8604867, 021-8604868, 021-8604869, 021-8604870
Fax : 021-8604866
Aircraft Service & Maintenance
Aas Inc PT
Ged Bandara Soekarno-Hatta JAKARTA  15126 DKI JAKARTA
Phone : 021-5500516
Fax : 021-5500516
Aero Nusantara Indonesia PT( ANI )
Jl Jend Sudirman Kav 24 Wisma Tamara JAKARTA  12920 DKI JAKARTA
Phone : 021-2525691, 021-2525692, 021-2525693
Fax : 021-2526789
Email : pall@rad.net.id siggi@ani.co.id
Era Palapa Nusantara PT
Jl Bendungan Hilir Raya A-12 JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-5733469
Fax : 021-5723703
Email : sky-era@dnet.net.id
Indopelita Aircraft Services PT
Hanggar IV Lapangan Udara Pondok Cabe JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-7402658, 021-7426487, 021-7426488, 021-7429310, 021-7429311, 021-7429312, 021-7429313, 021-7499232, 021-7499236, 021-7499252, 021-7499350
Fax : 021-7490634, 021-74708609
Email : pt-ias@indo.net.id
Jakadara Air Craft Service PT
Jl Terminal E Ruang E-5/P-17 JAKARTA  15125 DKI JAKARTA
Phone : 021-5506809
Kalimasada Pusaka PT
Bandara Halim Perdanakusuma JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8017429, 021-8092836
Fax : 021-8092771
URL : www.kalimasadapusaka.com
Konishindo Fleet Service Indonesia Aviation PT
Jl Jend Sudirman 86 Hotel Sahid Jaya JAKARTA  10220 DKI JAKARTA
Phone : 021-5743807
Fax : 021-5743807
Pelangi Tatakarsa Persada PT
Kompl Tmn Mahkota Bl A-1/8 JAKARTA  15125 DKI JAKARTA
Phone : 021-54395149, 021-54395077
Fax : 021-54395085
Prima Mitra Piranti PT
Jl KH Zainul Arifin Kompl Ketapang Indah Bl B-2/28 JAKARTA  10130 DKI JAKARTA
Phone : 021-6301190, 021-6301189, 021-6343089
Fax : 021-6333090
Aircraft Instrument
Yohary Supreme PT
Jl Mangga Besar Raya 38 AL JAKARTA  11160 DKI JAKARTA
Phone : 021-6594354, 021-6246860, 021-6495508, 021-6594355
Fax : 021-6246861
Aircraft Equipment, Parts & Supplies
Adi Aviatama PT
Jl Kali Besar Tmr 27 O JAKARTA  11230 DKI JAKARTA
Phone : 021-6910687
Angkasa Biru Perkasa PT
Jl Pd Gede Raya Bl 18 F JAKARTA  13810 DKI JAKARTA
Phone : 021-87795339
Fax : 021-87795339
Angkasa Taruma Mataram PT
Jl Lapangan Roos Raya 2 A JAKARTA  12840 DKI JAKARTA
Phone : 021-83794386
Angkasa Tunggal Sari PT
Jl Sekolah Duta 5 Kav II BA-49 JAKARTA  12310 DKI JAKARTA
Phone : 021-75819124, 021-75902201
Aro Abadi Utama PT
Jl Rawa Gelam V/5 Bl D/8 JAKARTA  13260 DKI JAKARTA
Phone : 021-4613552
Fax : 021-4601285
Ashar Airindo PT
Jl Gelong Baru Tgh 2 B JAKARTA  11440 DKI JAKARTA
Phone : 021-5630023, 021-5630024, 021-5630025
Fax : 021-5642619
Autotrans Perkasa Indonesia PT
Jl Tanah Abang I 10 D JAKARTA  00000 DKI JAKARTA
Phone : 021-5250990, 021-2315511, 021-5256827
Fax : 021-2310558
Auvia Gaya Perkasa PT
Jl Pd Gede Raya 18 F JAKARTA  13810 DKI JAKARTA
Phone : 021-87795411
Avconindo Mandiri PT
Jl Jend A Yani 2 JAKARTA  13210 DKI JAKARTA
Phone : 021-47867582
Aviatech Angkasa Bumi PT
Jl Jembatan Tiga 38 Bl C/2 JAKARTA  14440 DKI JAKARTA
Phone : 021-6617346, 021-6617347, 021-6629804
Fax : 021-6617348
Email : aviatech@infoasia.net.id
Aviawira Jaya PT
Jl Jend A Yani 2 Ged Pulomas Satu JAKARTA  13210 DKI JAKARTA
Phone : 021-47863211
Fax : 021-47863211
Avindo Surya Dirgantara PT
Jl Dr Susilo III/27 JAKARTA  11450 DKI JAKARTA
Phone : 021-5668243, 021-5607159, 021-5668244
Fax : 021-5666236
Banda Tiba PT
Jl Veteran Raya Pav 2 A JAKARTA  10110 DKI JAKARTA
Phone : 021-3440059, 021-3859735
Fax : 021-3811885
Cakra Multi Masindo PT
Jl Petogogan 2/37 JAKARTA  12160 DKI JAKARTA
Phone : 021-7398647
Deasy Jaya Prasiddha PT
Jl Lautze 74 AA JAKARTA  10710 DKI JAKARTA
Phone : 021-3859366, 021-3859367, 021-3859368
Delka Avia Dharma PT
Jl Cimandiri 6 JAKARTA  10330 DKI JAKARTA
Phone : 021-326615, 021-3900428
Fax : 021-326615
Dian Sakti Sentosa PT
Jl Tmn Harapan Indah Bl DD/7 JAKARTA  11460 DKI JAKARTA
Phone : 021-5649254
Dirgantara Jaya CV
Jl Kali Besar Tmr 27 O JAKARTA  11110  DKI JAKARTA
Phone : 021-6908187
Fax : 021-6906194
European Aeronautic Defence Space
Jl Imam Bonjol 80 Deutsche Bank Bldg JAKARTA  10310 DKI JAKARTA
Phone : 021-3161828, 021-3161829, 021-3161830
Fax : 021-3161827
Falconitama Formindo Corporation PT
Plaza Pd Gede Bl B/25 JAKARTA  17411 DKI JAKARTA
Phone : 021-84998111, 021-84998112, 021-84998113, 021-84998114
Gamacipta Prabhawa PT
Jl Adyaksa IX/6 JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-7668349, 021-7658372
Inatela Swadaya PT
Jl Palem Raya Kompl Kranggan Permai Bl AS-10/12 A JAKARTA  17433 DKI JAKARTA
Phone : 021-8452754
Fax : 021-8452755
Internusa Wahana Dirgantara PT
Jl Kalibata Indah JAKARTA  12750 DKI JAKARTA
Phone : 021-7974541, 021-7974542, 021-7985070
Fax : 021-7980952
Jalakaca Mitraguna PT
Jl Mampang Prapatan Raya 108 JAKARTA  000000 DKI JAKARTA
Phone : 021-7946352
Fax : 021-7946352
Kagenep Utama PT
Jl Hidup Baru 3 JAKARTA  12140 DKI JAKARTA
Phone : 021-2700371
Fax : 021-2700373
Kandiyasa Dirgatama PT
Jl Wiraloka Kompl Puri Indah Sentra Niaga Bl D/66 JAKARTA  13620 DKI JAKARTA
Phone : 021-8604846, 021-8603920, 021-8603921, 021-8604847, 021-86600140, 021-86600150, 021-86600161, 021-86601534, 021-86605564
Fax : 021-8604846
Kiai Caringin PT
Jl RP Soeroso 27 A JAKARTA  10330 DKI JAKARTA
Phone : 021-336402, 021-335151
Fax : 021-336402
Mahardi Kridatama PT
Jl KH Hasyim Ashari 52 H-I JAKARTA  10130 DKI JAKARTA
Phone : 021-6330711
Megadirga Perkasa PT
Jl Bidara 29 JAKARTA  11430 DKI JAKARTA
Phone : 021-56962652, 021-56964980
Fax : 021-56964877
Email : mega@uninet.net.id
Multi Avia Indonesia PT
Grand Ancol Center Bl A-8/1 JAKARTA  14430 DKI JAKARTA
Phone : 021-6910317, 021-6910328
Fax : 021-6917667
Multi Jaya CV
Jl Pintu Air Raya 7 JAKARTA  10710 DKI JAKARTA
Phone : 021-3442459, 021-3442460
Fax : 021-3519358
Multijaya Sparindo PT
Jl Sultan Agung 58 JAKARTA  12970 DKI JAKARTA
Phone : 021-83795123
Pirantiguna Angkasatama PT
Jl Roa Malaka Utr 5-6 Ged Rahardjo JAKARTA  11230 DKI JAKARTA
Phone : 021-6901103, 021-6901104
Fax : 021-6901105
Prima Quarta Wahana Avia PT
Jl Angkasa JAKARTA  10720 DKI JAKARTA
Phone : 021-6545641, 021-6544522, 021-6546415, 021-6546420, 021-6546421, 021-6546423
Pundi Graha Karya PT
Jl Danau Toba 135 JAKARTA  10210 DKI JAKARTA
Phone : 021-5749649
Putra Elang Angkasa Raya PT ( Pear PT )
Kompl Harmoni Mas Bl A/4-5 JAKARTA  15418 DKI JAKARTA
Phone : 021-74710982, 021-74710983
Fax : 021-7411484
Email : pearjkt@cbn.net.id
Rama Avasindo PT
Kompl Wijaya Graha Puri Bl G/38 JAKARTA  12160 DKI JAKARTA
Phone : 021-7206712, 021-7248160
Fax : 021-7206951
Email : ramaav@centrin.net.id
Trisula Dian Karya Persada PT
Jl Pd Gede Raya 18 D JAKARTA  13810 DKI JAKARTA
Phone : 021-80885332, 021-80885333, 021-87792222, 021-87792345, 021-87793456, 021-87796666
Email : trisula@indosat.net.id
Vithras Sakti Utama PT
Jl Bungur Besar 32-I JAKARTA  10610 DKI JAKARTA
Phone : 021-4219623, 021-4260705
Fax : 021-4201243
Volta Geria PT
Jl Margasatwa 5 JAKARTA  12620 DKI JAKARTA
Phone : 021-7801688, 021-7802415
Fax : 021-7801685
Aircraft
Airfast Indonesia PT
Jl HR Rasuna Said Kav C 11-14 Plaza Kuningan Menara Utr JAKARTA  12940 DKI JAKARTA
Phone : 021-5200696
Fax : 021-5202557
Email : charter@airfast.co.id
URL : www.airfastindonesia.com
Airsafe Utama PT
Jl Jend Sudirman Kav 11 Ged Bank Panin Senayan JAKARTA  10270 DKI JAKARTA
Phone : 021-5735350, 021-5735351
Fax : 021-5735352
Email : airsafe@centrin.net.id
Angkasa Surya Tunggal PT( Angkasa Surya )
Jl Arjuna Kav 8/1-G JAKARTA  11470 DKI JAKARTA
Phone : 021-5638922
Fax : 021-5638920
ATS Buana Airtech PT
Jl Sekolah Duta Bl BA-II/49 JAKARTA  12310 DKI JAKARTA
Phone : 021-7510754, 021-7500832, 021-7510752, 021-7510753, 021-7510755, 021-7510756, 021-75818066, 021-7661988, 021-7690290
Fax : 021-7507258
Email : ats@centrin.net.id
Avitra Dirgantara PT
Jl Mangga Dua Raya Ged ASP Bl C/9 JAKARTA  10730 DKI JAKARTA
Phone : 021-6013008, 021-6013040
Fax : 021-6120789
Avtech Utama Corp PT
Jl Mangga Dua Raya 8 N JAKARTA  11110 DKI JAKARTA
Phone : 021-6598532, 021-6007445
Basami Rekayasa PT
Jl Dr Saharjo 38 JAKARTA  12970 DKI JAKARTA
Phone : 021-8315617, 021-8315618
Chandra Dirgantara PT
Jl Komodor Halim Perdana Kusuma 45 RT 06/01 JAKARTA  13650 DKI JAKARTA
Phone : 021-8017345, 021-8017346, 021-8017347
Email : dirgacd@cbn.net.id
Deraya PT
Teminal Bldg Bandara Halim Perdanakusuma JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8093627, 021-80899332, 021-80899384, 021-80899401, 021-80899482, 021-8091876
Fax : 021-8095770
Email : drytech@centrin.net.id
Derazona Air Service PT
Bandara Halim Perdanakusuma JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8093427, 021-8007228, 021-80899386, 021-80899387, 021-80899388, 021-80899389, 021-80899480, 021-8097225, 021-8097236
Fax : 021-8091457
Email : custcare@derazona.com secdir@derazona.com
URL : www.derazona.com
Derazona Aviation Industry PT
Jl Pulo Gadung 5 Pulo Gadung JAKARTA  13260 DKI JAKARTA
Phone : 021-46826752
Dirgantara Air Services PT
Bandar Udara Halim Perdanakusuma 229-HT JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8093372
Fax : 021-8094348
Dirgantara Indonesia PT
Jl Jend Sudirman 2 Ged Arthaloka JAKARTA  10220 DKI JAKARTA
Phone : 021-2511522, 021-2511523
Ferco Ganeca PT
Jl Arjuna Raya 14 G JAKARTA  11470 DKI JAKARTA
Phone : 021-5667370, 021-5638921
Fax : 021-5666690
General Electric Aircraft Engines
Jl Jend Sudirman 1 Landmark Center Tower A Suite 2205 JAKARTA  12910 DKI JAKARTA
Phone : 021-5712424
Hasta Jaya Aviasi PT
Jl Gn Sahari Raya 44/A-8 JAKARTA  10720 DKI JAKARTA
Phone : 021-6007743, 021-6260489
Fax : 021-6254374
Email : hastapt@pacific.net.id
Heliavia Nusantara PT
Jl Letjen Haryono MT Kav 17 Wisma Pede JAKARTA  12830 DKI JAKARTA
Phone : 021-8303371, 021-8297304, 021-8351778
Fax : 021-8303371
Ina Aerotama Semesta PT
Jl Bungur Besar 38 L JAKARTA  10460 DKI JAKARTA
Phone : 021-4258779, 021-4213515, 021-4219104, 021-4219593, 021-4261511
Fax : 021-4248776
Indonesia Aero Supply PT
Jl Senen Raya 6 JAKARTA  10410 DKI JAKARTA
Phone : 021-3851192
Indonesia Air Transport PT
Jl Pd Cabe Airport JAKARTA  15418 DKI JAKARTA
Phone : 021-7490213, 021-7490215
Fax : 021-7491287
Email : aircharter@iat.co.id marketing@iat.co.id
Industri Pesawat Terbang Nusantara PT
Jl Imam Bonjol 61 BBD Plaza JAKARTA  10310 DKI JAKARTA
Phone : 021-325911, 021-3103074, 021-3143357, 021-322232, 021-322247, 021-327407, 021-328104, 021-335079, 021-336651
URL : www.inn.bppt.go.id/government/bpis/iptn
Mitra Ardhya Karya PT
Jl Kali Besar Tmr 27-J JAKARTA  11110 DKI JAKARTA
Phone : 021-6908228, 021-6908229
Fax : 021-6929230
National Utility Helicopters PT
Jl Tanah Abang I/11 E JAKARTA  10160 DKI JAKARTA
Phone : 021-3452529, 021-3500972, 021-3501461, 021-3502495, 021-3505988, 021-3804683, 021-3813404
Fax : 021-3809934
Nusantara Aircraft Industries Ltd PT
Jl Imam Bonjol 61 Bumi Daya Plaza JAKARTA  10330 DKI JAKARTA
Phone : 021-325591
Rusbon International Pro PT
Jl Hidup Baru 3 JAKARTA  12140 DKI JAKARTA
Phone : 021-2700371, 021-2700370
Fax : 021-2700372
Sarana Raharja Hutama PT
Jl Wolter Monginsidi 26 JAKARTA  12170 DKI JAKARTA
Phone : 021-7247160
Fax : 021-7247160
Sutrado Raya Corp PT
Jl Krekot Bunder 40 JAKARTA  10710 DKI JAKARTA
Phone : 021-3841384, 021-3440459, 021-370480, 021-370517, 021-3841395, 021-3848695
Travira Utama PT
Jl Denpasar Raya Bl D-2 Kav 8 Ged Graha Paramita Lt II JAKARTA  12940 DKI JAKARTA
Phone : 021-5265320
Fax : 021-5265335
Email : pilots@travira.co.id
URL : www.travira.com
Union Cipta Muda PT
Jl Irian 14-16 JAKARTA  10350 DKI JAKARTA
Phone : 021-2305575
Aircraft Dealers
Kalimasada Pusaka PT
Bandara Halim Perdanakusuma JAKARTA  13610 DKI JAKARTA
Phone : 021-8017429, 021-8092836
Fax : 021-8092771
URL : www.kalimasadapusaka.com
Rolls-Royce International Ltd
Jl Jend Sudirman Kav 10-11 Midplaza 2 Lt 16 JAKARTA  10220 DKI JAKARTA
Phone : 021-5703888
Fax : 021-5706286
Sumber Karel Gunatama PT
Jl Sultan Agung 58 JAKARTA  12970 DKI JAKARTA
Phone : 021-83795123
Fax : 021-83795121

Minggu, 22 November 2009

Flight AIRBUS A319 Batavia Air

Flight AIRBUS A319 Batavia Air

direct flight” Jakarta-Manado dan sebaliknya Manado-Jakarta bukan lagi hal yang baru. Ini adalah kondisi persaingan antara beberapa passenger carrier seperti Lion Air, Batavia Air, dan Garuda yang ingin memberikan servis dan kepuasan untuk para pelanggannya. Wisata atau bisnis, yang penting bisa terbang dengan cepat.

Setahu gue Garuda juga baru mulai mempersiapkan rute ‘direct flight’ Jakarta-Manado pada tahun 2008 ini. Kini, kalau mau terbang ke Manado sudah gak perlu lagi transit di Surabaya atau Makasar, kalau ada penerbangan yang langsung kenapa tidak?

null

Sumber foto: www.airliners.net

Direct Flight Jakarta-Manado atau sebaliknya memakan waktu sekitar 3 jam. Sedangkan kalau transit dulu di Surabaya atau Makasar nambah 1.5 s/d 2 jam lagi. Jadi inget waktu dulu, bangga banget kalo bisa mampir ke Makasar, tapi setelah dipikir-pikir cuma transit doang ngapain juga ya.. buang-buang waktu.

Pertengahan Juli 2008 gue punya urusan ke Manado, kemudian diteruskan ke Tomohon Minahasa sekitar 30 km dari Manado. Waktu itu gue ambil jasa travel agency, dimana gue minta penerbangan dengan flight carrier yang punya Airbus.

Gue juga minta jam penerbangan siang, gak perlu bangun subuh, penerbangan langsung, dan time arrival di Manado masih siang. Kenapa gue piih Airbus? Gue pribadi emang suka ama Airbus karena alasan teknologi dan lebar pesawat yang membuat gue nyaman ketimbang Boeing.

null

Sumber foto: www.airliners.net

Untuk rencana penerbangan pulang Manado-Jakarta, gue pake carrier yang sama dengan alasan yang sama pula seperti diatas. Beruntung di dekat rumah gue, gue dapat travel agent yang profesional dan bersahabat. Mereka memberikan beberapa lembar kertas print sebagai tiket. Ini kemajuan teknologi internet dengan”‘on-line reservation” mempermudah segala sesuatunya.

Kertas ukuran A4 sudah dianggap sebagai tiket yang sah. Yang penting semua keterangan a.l. booking code, passenger name, date flight, maximum baggage, time boarding, time arrival, flight code, terminal departure, dan lain-lain semuanya jelas tertulis, termasuk juga harga yang disebutkan sudah cocok dengan pembeli.

Ketika itu harga tiket Jakarta Manado direct flight ini tertulis Rp1,070,000.- sudah termasuk dengan pajak.

Saat check-in pukul 08.00 di Soekarno Hatta International Airport, gue tidak melihat keramaian di counter check-in jurusan Manado, entahlah.. apa ini sepi penumpang atau gue datang masih kepagian, atau emang sudah terlambat?

Setahu gue, boarding time tertulis pukul 08.30 WIB. Tapi yang pasti gue seorang diri check-in dengan 2 koper kecil untuk bagasi, dan ke kabin gue bawa ransel dan helm Caberg. Petugas check-in memberikan gue seat no 1 B, artinya gue duduk dibarisan paling depan. “Bagus, kerjasama yang bagus” begitu pikir gue sambil berucap terima kasih kepada petugas wanita tadi.

null

Sumber Foto: www.airliners.net

Ketika masuk dalam pemeriksaan security menuju aula boarding room, gue berhenti melangkah dan diminta ama petugas security mengulang lagi pemeriksaan, tas ransel ditaruh lagi melalui X-Ray untuk pemeriksaan kedua. Kata petugas, tadi dia melihat sepintas ada barang yang patut dicurigai karena mirip pisau.

Setelah proses X-Ray diulang, gue juga menyaksikan lewat monitor petugas yang ada di samping mesin, ternyata barang yang dicurigai itu adalah pesawat HT Yaesu dengan antena-nya panjang, pantes aja seperti pisau. Hmm… saya dan petugas security pun saling melempar senyum. Saat gue mau beranjak, petugas yang berdiri berkomentar “wah.. bapak ini petugas juga ya.. apa ada tamu VIP yg dikawal”. “Tidak pak.. saya cuma sendirian saja” ujar gue sambil berlalu ke-arah boarding room.

Pukul 08.45 terdengar suara pengumuman agar pernumpang naik ke pesawat. Secara serentak maka semua penumpang mendadak berdiri daru tempat duduknya dan berjalan berdesakan ke pintu. Gue duduk santai dulu, dan gue adalah orang paling akhir masuk ke antrian hingga menuju badan pesawat.

Sampai gue di badan pesawat, satu langkah di pintu depan antrian kembali berhenti. Gue menoleh ke arah kokpit pesawat dan melihat pilot sedang balik badan menoleh kearah antrian penumpang, spontan gue tersenyum dan melangkah masuk ke arah pilot dan menyampaikan selamat pagi. Gue bilang ama pilot nanti gue balik lagi untuk cari informasi, dan pilot pun memberikan izin kalau pesawat sudah terbang stabil, gue bisa masuk cockpit.

Tak lama dari situ, gue pun langsung duduk di kursi barisan pertama atau paling depan, seat No. 1 B. Sejenak gue liat pesawat dalam keadaan full. Barisan kursi pesawat dibagi 2 dua sisi: 3 kursi di sebalah kiri (A, B, C) dan 3 kursi di sebalah kanan (D, E, F). Total seat 144.

Tidak ada VIP seat, cabin crew ada 5, dan cockpit crew ada 2. Semua penumpang menggunakan seat belt, dan pramugari memeriksa seat bealt penumpang, serta melihat semua jendela harus terbuka.

null

Sumber Foto: www.airliners.net

Pintu ditutup dan pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu take-off. Crew pramugara didepan memberikan pengumuman bahwa tujuan penerbangan adalah Sam Ratulangi International Airport dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit, memberikan nama pilot dan co-pilot, info cuaca, dan info penerbangan.

Tidak lama kemudian, crew wanita berdiri didepan memberikan arahan tentang keselamatan penerbangan. Terlihat crew pramugara didepan memberikan thumb-signal kepada crew yang duduk di belakang pesawat. Panel cabin dimatikan dengan touch screen oleh crew pramugara yang duduk di depan.

Ready to take off” terdengar suara pilot berkomunikasi dengan ATC (air traffic controller). Suara mesin pesawat mulai mengaum keras dan pesawat bergerak mulai dari speed 0 Km/jam, 50 Km/jam, 100 km/jam, 200 km/jam, 300 km/jam dan ketika mulai speed 400 km/jam pesawat mulai meninggalkan landasan dan seketika kemiringan pesawat naik 40 derajat.

Setelah 20 menit mengudara, kemudian lampu seat bealt dipadamkan, tanda kalau penumpang boleh buka seat bealt, artinya semua crew dan penumpang boleh bergerak. 10 menit kemudian, suguhan kotak snack dan minuman kopi atau teh ditawarkan oleh crew pramugari. Semua berjalan lancar dan tenang, dan ketika saya melongok ke jendela cuaca sangat cerah.

null

Sumber Foto: www.airliners.net

Penerbangan 3 jam lumayan sangat membosankan. Setelah 1 jam take off, gue pun beranjak berdiri menuju ke arah toilet depan. Usai keluar dari toilet, gue temui pramugara minta izin masuk ke ruang cockpit pilot. Pramugara bertanya “mas ini siapa?” gue katakan “saya ini tadi sudah janjian ama pilotnya, coba tanyakan ke dalam”. Singkat kata gue bisa masuk kedalam ruang cockpit dan bersalaman dengan pilot yang rupanya baru saja selesai makan.

Gue dipersilahkan duduk pada kursi lipat pas dibelakang pilot dan co-pilot. Mulailah terjadi obrolan dengan pilot yang sangat akrab dan bersahabat (friendly). Ada begitu banyak pertanyaan dari gue dan jawaban yang diberikan lebih kepada teknis penerbangan yang sulit dijelaskan disini. Tapi yang penting gue tambah pengetahuan mengenai isi flight cockpit antara lain mengenai radar, navigasi, altitude, landing/take off, engine starter, radio komunikasi ATC dan lain-lain sebagainya.

Selain informasi ketinggian 37,000 kaki, pilot juga memberikan informasi navigasi melalui display GPS, serta informasi kecepatan yang mencapai 0.782 match. Pilot menambahkan kecepatan bisa saja bertambah karena dorongan angin, bisa tembus 1 koma sekian match.

Sepanjang penerbangan terdengar suara ATC yang cukup jelas, padahal posisi pesawat sudah jauh sekali, sekian mil dari ATC Soekarno-Hatta International Airport. Jelas sekali terlihat pesawat Airbus A319 sudah full computurized , semua mengikuti program-progam yang sudah di setting. Informasi perihal setting and programming computer dilakukan secara berkala oleh pihak Airbus.

Selang 3 jam di udara, akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di landasar Sam Ratulangi International Airport. Saya melangkah keluar dan melihat pesawat Garuda dari Jakarta rupanya baru saja mendarat tetapi sebelumnya Garuda transit dulu di Makasar.

Ketika mengambil barang bagasi terjadi keramaian luar biasa di bandara ini, porter habis, taxi habis karena ada 2 penerbangan dari jakarta yang tiba di Manado dengan waktu yang saling berdekatan. Kota Manado yang semakin elok dan menggeliat!

Inilah beberapa foto Batavia Air Airbus A319 dari kamera pribadi:

null

Kesibukan Bandara International Soekarno Hatta

null

Flight carrier/Aircraft Batavia A319 di Soekarno Hatta International Airport

null

Petunjuk kesemalatan penerbangan

null

Suasana cockpit sebelum take-off di Soekarno Hatta Int'l Aiprort. Mana kemudinya pilot?

null

Flight onboard Jakarta-Manado: Indicator Altitude 37,000 kaki

null

Panel Onboard Jakarta-Manado: Pilot sudah setting program arah dan pilot hanya mengamati lewat monitor.

null

Display GPS (global positioning system) dan alat take-off/landing

null

Monitor Pilot: Nagivasi hanya dilihat dari layar ini. Jadi, alat inilah yang menjadi kemudi pilot.

null

Upper control pannel di ruang cockpit

null

View pilot cockpit ke arah depan dengan ketinggian 37,000 kaki. Cuma awan dan langit doang yang dilihat. Nggak ada orang di langit, juga gak ada kemacetan!

null

View jendela pilot ke arah sebelah kiri. Tinggi banget bo!

null

Titik Lokasi Parking #2 Sam Ratulangi International Airport, Manado Sulawesi Utara.

null

View sekitar Sam Ratulangi Airport yang terkenal dengan pegunungan.

null

View ujung landasan Sam Ratulangi, Manado Sulawesi Utara.

null

View sekitar Sam Ratulangi Airport Manado Sulawesi Utara yang terkenal dengan bukit dan gunung.

LANDING GEAR SYSTEM

LANDING GEAR SYSTEM

Sistem peralatan pendaratan pada pengorbit adalah pesawat konvensional konfigurasi roda tiga yang terdiri dari landing gear dan hidung kiri dan kanan roda pendaratan utama. Setiap landing gear termasuk shock strut dengan dua roda dan ban majelis. Setiap roda pendarat utama dilengkapi dengan rem perakitan dengan perlindungan anti-selip. Pendarat hidung adalah steerable. Pendarat hidung terletak di bagian bawah pesawat ke depan, dan roda pendaratan utama terletak di bagian bawah sayap kiri dan kanan berdekatan dengan daerah midfuselage.

Pendarat hidung adalah mencabut ke depan dan naik ke pesawat ke depan yang lebih rendah dan tertutup oleh dua pintu. Roda pendaratan utama juga ditarik ke depan dan naik ke kiri dan kanan bawah daerah sayap, dan masing-masing disertai dengan satu pintu. Hidung dan roda pendaratan utama dapat ditarik kembali tanah hanya selama operasi.

Untuk penyusutan, masing-masing perlengkapan hydraulically diputar ke depan dan ke atas tanah selama operasi sampai melibatkan sebuah uplock hook untuk setiap gigi di roda masing-masing dengan baik. Gantungan kunci yang uplock ke roller pada setiap strut. Linkage mekanik didorong oleh masing-masing landing gear mekanis menutup pintu roda pendarat masing-masing. Semua tiga pintu roda pendarat memiliki temperatur tinggi permukaan dapat digunakan kembali sistem perlindungan thermal insulasi keramik terikat pada permukaan luar mereka dengan penghalang termal untuk melindungi dan mencegah gigi dan roda pendaratan baik dari suhu tinggi beban termal yang ditemui selama pesawat memasuki atmosfir.

Untuk penyebaran dari landing gear, yang uplock hook untuk setiap gigi diaktifkan oleh awak pesawat memulai suatu gear-down perintah. Uplock hook adalah yang dibuka oleh hydraulically sistem hidrolik tekanan 1 diterapkan untuk melepaskannya dari roller pada penyangga untuk memperbolehkan gigi, dibantu oleh mata air dan aktuator hidrolik, untuk memutar ke bawah dan buritan. Linkage mekanik yang dirilis oleh masing-masing peralatan actuates pintu masing-masing posisi terbuka. Gear pendaratan mencapai penuh-down dan posisi diperpanjang dalam waktu 10 detik dan terkunci di posisi bawah oleh pegas downlock bungees. Jika sistem hidrolik tekanan 1 tidak tersedia untuk melepaskan pengait uplock, seorang inisiator piroteknik pada setiap roda pendaratan uplock kait uplock secara otomatis melepaskan pengait pada setiap gigi satu detik setelah awak pesawat telah memerintahkan gigi bawah.

Gigi pendaratan dikerahkan hanya setelah pesawat ruang angkasa memiliki kecepatan menunjukkan kurang dari 300 knot (345 mph) dan berada pada ketinggian sekitar 250 meter.

Shock strut landing gear masing-masing adalah sumber utama shock atenuasi pada pendaratan. The struts punya udara / minyak shock absorbers untuk mengontrol tingkat kompresi penyuluhan dan mencegah kerusakan pada kendaraan dengan mengontrol aplikasi beban bunga dan nilai-nilai puncak.

Setiap roda pendarat utama berisi perakitan electrohydraulic disc brake dengan kendali anti-selip. Roda pendaratan utama rem dikontrol oleh komandan atau pilot menerapkan tekanan kaki ke pedal kemudi; sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh tekanan kaki pedal kemudi kontrol hidrolik servovalves pada setiap roda dan biarkan sistem hidrolik tekanan untuk melakukan pengereman. Rem roda pendaratan utama tidak dapat diterapkan sampai berat pada gear utama telah merasakan. Anti-selip roda monitor sistem kontrol kecepatan dan torsi untuk mencegah rem mengunci dan ban roda penyaradan. Pengereman / anti-sistem selip berlebihan dalam sistem ini menggunakan 1 dan 2 tekanan hidrolik sebagai sistem aktif dengan system 3 sebagai siaga dan juga menggunakan tiga sistem kelistrikan dc utama.

Roda pendarat hidung berisi kemudi aktuator hidrolik yang electrohydraulically steerable melalui penggunaan onboard komputer untuk keperluan umum, komandan atau pedal kemudi pilot dalam hubungannya dengan sistem kontrol penerbangan pengorbit di kontrol kemudi tongkat modus, atau melalui penggunaan komandan atau pedal kemudi pilot dalam modus langsung. Jika sistem hidrolik 1 adalah yg tdk berlaku, hidung roda kemudi perubahan pada modus kastor, dan komandan atau pilot kemudian akan berlaku tekanan kaki ke pedal rem hidrolik untuk menerapkan tekanan ke kiri dan kanan rem peralatan utama yang dibutuhkan untuk mengendalikan arah menggunakan rem diferensial.

Setiap landing gear strut shock perakitan dibangun dari kekuatan-tinggi, stres-dan tahan korosi baja paduan, aluminium paduan, stainless steel dan aluminium perunggu. Kadmium dan kromium plating dan cat urethane diterapkan ke permukaan penyangga untuk perlindungan penerbangan angkasa. Topangan kejutan adalah shock breker pneudraulic berisi gas nitrogen dan cairan hidrolik. Karena penyangga shock terkena nol-g ruang kondisi selama penerbangan, piston terapung memisahkan gas nitrogen dari fluida hidrolik untuk mempertahankan integritas penyerapan.

Landing gear roda dibuat dalam dua bagian dari memalsukan aluminium dan prima dan dicat dengan dua lapisan cat urethane.

LG hyd isol VLV 1, 2 dan 3 switch di panel kontrol R4 landing gear yang sesuai katup isolasi dalam sistem hidrolik 1, 2 dan 3. Ketika LG hyd isol VLV 1 mengaktifkan panel R4 diposisikan untuk menutup, sistem hidrolik 1 adalah terisolasi dari hidung dan roda pendaratan utama penyebaran kait uplock aktuator aktuator dan penyangga, hidung aktuator roda kemudi dan roda pendaratan utama katup kontrol rem. Sebuah komentar indikator di samping tombol akan menunjukkan cl. Gear pendaratan katup isolasi tidak akan menutup atau membuka kecuali jika tekanan dalam sistem yang minimal 100 psi. Ketika LG hyd isol VLV 1 saklar diposisikan untuk terbuka, memungkinkan sistem hidrolik tekanan untuk 1 sumber arahan utama katup kontrol rem dan yang biasanya tertutup memperpanjang katup. Memperpanjang yang biasanya tertutup katup tidak diberi energi sampai gear-down perintah diprakarsai oleh komandan atau pilot pada panel panel F6 atau F8. Komentar indikator yang akan mengindikasikan op. LG hyd isol VLV 1 saklar kiri dalam posisi dekat selama misi untuk mencegah penyebaran sengaja gigi.

LG hyd isol VLV 2 dan 3 switch di panel R4 diposisikan untuk menutup mengisolasi sistem hidrolik yang sesuai hanya dari roda pendaratan utama katup kontrol rem. Komentar yang berdekatan indikator akan menunjukkan cl. Ketika saklar 2 dan 3 adalah posisi untuk membuka, sistem hidrolik yang sesuai tekanan sumber tersedia untuk roda pendaratan utama katup kontrol rem. Komentar indikator yang sesuai akan menunjukkan op.

Dengan demikian, hanya sistem hidrolik 1 adalah digunakan untuk menempatkan hidung dan roda pendarat utama dan untuk hidung roda kemudi. Ketika hidung-dan main-mendarat-gear-turun perintah diprakarsai oleh komandan atau pilot di panel F6 atau F8, sistem hidrolik tekanan 1 diarahkan ke hidung dan roda pendaratan utama pengait uplock aktuator aktuator dan penyangga (asalkan LG hyd isol VLV 1 saklar dalam posisi terbuka) untuk uplock mekanik actuate hook untuk setiap landing gear dan biarkan gigi yang akan digunakan dan juga menyediakan sistem hidrolik tekanan untuk 1 roda kemudi hidung aktuator. Roda pendaratan utama katup kontrol rem menerima sistem hidrolik tekanan ketika 1 sumber hyd LG isol VLV 1 saklar diposisikan untuk terbuka. Jika sistem hidrolik 1 adalah tidak tersedia, sebuah aktuator piroteknik terpasang pada hidung dan uplock roda pendaratan utama aktuator akan mengerahkan peralatan pendaratan secara otomatis satu detik setelah perintah gigi-down, mekanis actuate hook uplock untuk setiap landing gear dan biarkan gigi yang akan digunakan. Karena hidung powered roda kemudi tidak akan fungsional, kontrol arah kemudi akan dicapai dengan diferensial pengereman untuk kastor roda hidung.

Posisi yang GPC LG hyd isol VLV 1, 2 dan 3 switch di panel R2 onboard memungkinkan komputer untuk secara otomatis mengontrol katup dalam hubungannya dengan kontrol komputer corre sponding pompa sirkulasi sistem hidrolik. LG hyd isol VLV 2 dan 3 switch memberikan sirkulasi cairan hanya roda pendaratan utama sistem rem, yang mati-berakhir pada katup kontrol rem. LG hyd isol VLV 1 saklar kiri sengaja ditutup untuk mencegah penyebaran gigi.

Yang biasanya sistem hidrolik terbuka 1 redundan shutoff katup cadangan untuk menarik kembali / sirkulasi katup untuk mencegah tekanan hidrolik dari yang diarahkan ke sisi menarik hidung dan roda pendaratan utama pengait uplock aktuator aktuator dan penyangga jika mencabut / sirkulasi katup gagal buka selama hidung dan roda pendaratan utama penyebaran.

Yang biasanya tertutup sistem hidrolik katup 1 membuang energi terbuka untuk memungkinkan sistem hidrolik untuk kembali 1 cairan dari hidung dan area roda pendaratan utama ketika penggelaran dari roda pendaratan diperintahkan oleh awak pesawat.

Pengaktifan / penonaktifan batas dari sistem sirkulasi fluida hidrolik dapat diubah selama misi oleh awak pesawat atau Pusat Kontrol Misi-Houston. Program ini juga mencakup timer untuk membatasi waktu maksimum pompa sirkulasi akan berjalan dan sistem prioritas yang secara otomatis memonitor tekanan hidrolik bootstrap untuk membolehkan semua tiga pompa sirkulasi berada pada pada waktu yang sama. Software penghitung waktu memungkinkan perangkat lunak ini dapat digunakan dalam situasi kontingensi waktu untuk''dikuasai''operasi pompa sirkulasi dalam rangka untuk meningkatkan secara berkala akumulator hidrolik yang kehilangan cairan melalui prioritas bocor katup atau katup unloader.

Selama masuk, jika diperlukan, Alcatel hyd isol VLV 1, 2 dan 3 yang diposisikan untuk GPC. Pada 19.000 kaki per detik, pendaratan gear katup isolasi urutan pembukaan otomatis dimulai GN & P di bawah kontrol perangkat lunak. Jika landing gear katup isolasi tidak dibuka secara otomatis, awak pesawat akan diminta oleh Pusat Kontrol Misi untuk membuka katup dengan pemosisian yang berlaku LG hyd isol VLV untuk membuka. Landing gear 2 adalah katup isolasi secara otomatis dibuka enam menit dan 37 detik kemudian, dan ini diikuti dengan pembukaan otomatis isolasi katup landing gear 1 jika pengorbit kecepatan kecepatan 800 meter per detik atau kurang. Katup isolasi landing gear 3 adalah tanah secara otomatis dibuka pada kecepatan aktifkan. Katup isolasi landing gear 1 adalah sebelah terakhir untuk memastikan bahwa peralatan sengaja penyebaran akan terjadi sebagai akhir (kecepatan rendah) sebagai mungkin.

Perhatikan bahwa sistem hidrolik 1 menarik kembali / sirkulasi katup akan tertutup secara otomatis ketika sistem roda pendarat bersenjata untuk penyebaran.

Komandan dan pilot memiliki penyebaran roda pendarat lengan dan dn (bawah) dijaga saklar tombol / lampu indikator dan arahan kiri, hidung dan kanan indikator. Komandan kontrol dan indikator pada panel F6, dan pilot kontrol dan panel indikator pada F8. The dn push button, ketika tertekan, memberi energi pada sistem hidrolik memperluas 1 biasanya tertutup katup, yang memungkinkan sistem hidrolik tekanan untuk 1 sumber penyebaran dan hidung gigi roda kemudi.

Switch kedekatan pada hidung dan pintu roda pendarat utama dan struts memberikan sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan roda pendarat hidung, kiri dan kanan pada panel indikator F6 dan F8. Sinyal output dari pintu landing gear dan switch uplock mendorong posisi landing gear up indikator dan sistem rilis piroteknik cadangan. Sinyal output dari switch downlock landing gear landing gear mendorong posisi dn indikator. Gear pendaratan indikator barberpole ketika gigi gov ini adalah (atau menyusut).

Kiri dan kanan roda pendaratan utama berat badan-on-roda saklar menghasilkan output sinyal ke bimbingan, navigasi dan kontrol software untuk mengkonfigurasi ulang sistem kontrol penerbangan untuk mendarat.

Kedua berat badan-on-hidung-sinyal perlengkapan lari ke roda pendaratan utama rem / selip kotak kontrol untuk mencegah rem roda pendaratan utama dari diterapkan sampai hidung peralatan kontak dengan landasan dan juga untuk GN & P perangkat lunak, yang menghitung hidung roda kemudi memungkinkan sinyal. Hal ini memungkinkan sinyal ini kemudian dikirim ke kotak kontrol NWS NWS untuk mencegah gigi hidung sampai kontak dengan landasan.

Enam kelompok 1 saklar sinyal dikondisikan oleh sensor jarak roda pendaratan kotak elektronik 1, terletak di teluk avionik 1. Enam grup 2 saklar sinyal dikondisikan oleh sensor jarak roda pendaratan kotak elektronik 2, terletak di teluk avionik 2.

Landing gear penyebaran dimulai ketika komandan atau pilot yang dijaga lengan menekan saklar tombol / lampu indikator dan kemudian dijaga dn saklar tombol / lampu indikator setidaknya 15 detik sebelum touchdown dan diperkirakan pada kecepatan tidak lebih besar dari 300 knot (345 mph ).

Lengan menekan saklar tombol / lampu indikator menempel energi relay yang menutup sistem hidrolik landing gear 1 menarik kembali / sirkulasi katup dan berlebihan yang biasanya terbuka shutoff menarik kembali katup ke / sirkulasi katup. Ini juga lengan hidung dan roda pendaratan utama inisiator piroteknik controller dan menerangi cahaya kuning di lengan saklar tombol / lampu indikator.

Para saklar tombol dn / lampu indikator ini kemudian tertekan. Energi ini menempel relay yang membuka sistem hidrolik landing gear 1 biasanya tertutup katup kontrol memperluas, memungkinkan cairan di dalam sistem hidrolik 1 sampai mengalir ke landing gear uplock dan aktuator dan hidung penyangga roda kemudi. The relay juga membuka katup dump biasanya tertutup, sehingga roda pendaratan baris menarik fluida mengalir ke sistem hidrolik kembali 1 baris. Lampu hijau di saklar tombol dn / lampu indikator menyala.

Sistem hidrolik tekanan 1 sumber diteruskan ke hidung dan uplock roda pendaratan utama aktuator, yang melepaskan hidung dan roda pendarat utama dan pintu uplock kait. Sebagai kait uplock dilepaskan, gear dimulai dengan penyebaran dan hubungan mekanik melekat pada pintu dan pesawat diaktifkan oleh camming strut landing gear tindakan, selama ekstensi gigi, yang membuka pintu roda pendarat. Ada dua pintu roda pendarat hidung untuk peralatan dan satu untuk masing-masing peralatan utama. Gear pendaratan bebas jatuh ke posisi diperpanjang, dibantu oleh aktuator penyangga dan Airstream dalam penyebaran. Topangan aktuator hidrolik hidrolik menggabungkan aliran fluida melalui lubang (snubber) untuk mengendalikan laju roda pendarat ekstensi dan dengan demikian mencegah kerusakan pada gigi's downlock keterkaitan.

Jika sistem hidrolik 1 gagal untuk melepaskan landing gear dalam satu detik setelah tombol dn tertekan, hidung dan kiri dan kanan roda pendaratan utama uplock sensor (proximity switch) akan memberikan masukan kepada inisiator Pyro kontroler untuk inisiasi dari NASA berlebihan standar detonator (hidung, kiri dan kanan roda pendaratan utama piroteknik rilis cadangan sistem). Mereka melepaskan kait uplock yang sama sebagai sistem hidrolik. Hidung landing gear, di samping itu, memiliki PIC dan berlebihan melakukan NSDs bahwa kekuatan pendorong piroteknik dua detik setelah tombol dn tertekan untuk membantu penyebaran gigi.

Pendaratan penjepit gear seret overcenter kunci dan pegas bungee mengunci hidung dan roda pendaratan utama di posisi bawah.

The ldg gr / arm / dn reset beralih diposisikan untuk dijalankan pada panel A12 unlatches yang relay yang terkunci selama penggelaran landing gear landing gear oleh lengan dan tombol dn lampu / saklar indikator. Hal ini terutama sebuah fungsi tanah, yang akan dilakukan hanya selama roda pendarat penonaktifan.

Posisi reset juga akan memadamkan cahaya kuning di lengan saklar tombol / lampu indikator dan lampu hijau di saklar tombol dn / lampu indikator. Selain itu, sistem hidrolik landing gear dump 1 katup tertutup, katup kontrol memperluas tertutup, yang mencabut / sirkulasi katup dibuka hanya jika saklar dalam posisi terbuka, dan shutoff berlebihan katup dibuka (de-energized) dan de-energi pada rangkaian PIC landing gear.

Pendarat hidung ban adalah 32 oleh 8,8 inci dan akan menahan tekanan ledakan tidak kurang dari 3,2 kali tekanan inflasi normal 300 psi. Agen inflasi adalah gas nitrogen. Beban maksimum yang diperbolehkan per hidung landing gear ban adalah sekitar £ 45.000 dan nilai di 224 knot (258 mph) kecepatan pendaratan.

Hidung shock landing gear strut memiliki 22-inch stroke. Maksimum yang diperbolehkan adalah sekitar derotation laju 9,4 derajat per detik atau 11 meter per detik, tingkat tenggelam vertikal.

Roda pendaratan utama ban adalah 44,5 oleh 16 dan 21 inci. Tekanan inflasi normal adalah 315 psi, dan agen inflasi adalah gas nitrogen. Beban maksimum yang diperbolehkan per ban roda pendarat utama adalah £ 123,000. Jika pengorbit menyentuh ke bawah dengan distribusi beban 60/40 persen pada dua penyangga ban, dengan satu ban mendukung beban maksimum, maka ban lain dapat mendukung beban hanya £ 82.410. Oleh karena itu, beban ban maksimum pada penyangga adalah £ 205.410 dengan beban ban 60/40 persen distribusi. Ban dinilai pada 225 knot (258 mph).

Pendarat utama penyangga shock stroke adalah 16 inci. Peralatan utama yang diizinkan untuk menilai wastafel 212.000 pon pengorbit adalah 9,6 meter per detik; untuk Pengorbit 240.000 pound, itu adalah 6 meter per detik. Dengan 20-simpul (23-mph) crosswind, gear maksimum yang diperbolehkan untuk menilai wastafel 212.000 pound pengorbit adalah 6 meter per detik; untuk pengorbit 240.000 pon, adalah sekitar 5 meter per detik.

Gear pendaratan ban memiliki kehidupan yang satu arahan.

UTAMA LANDING GEAR Brakes

Masing-masing dari pengorbit empat roda pendarat utama telah electrohydraulic rem cakram dan sistem anti-selip.

Setiap gir pendaratan utama memiliki rem cakram yang terdiri dari sembilan majelis cakram, empat rotor, tiga stators, sebuah tekanan backplate dan piring. Berlapis karbon berilium rotor adalah splined ke bagian dalam dan memutar roda dengan kemudi. Berlapis karbon adalah stators berilium splined ke luar as roda perakitan dan tidak memutar dengan roda.

Masing-masing dari empat roda pendaratan utama majelis rem roda disertakan dengan tekanan dari dua sistem hidrolik yang berbeda. Setiap rem piston hidrolik perumahan memiliki dua rem terpisah pasokan kamar. Satu ruang sumber hidrolik menerima tekanan dari sistem hidrolik 1 dan yang lain dari sistem hidrolik 2. Ada delapan hidrolik piston di setiap rem perakitan. Empat adalah manifolded bersama-sama dari sistem hidrolik rem 1 di kamar. Sisanya empat piston manifolded bersama-sama dari sistem hidrolik 2. Ketika rem diterapkan, delapan hidrolik piston tekan cakram bersama-sama, memberikan torsi rem.

Dalam hal hilangnya sistem hidrolik 1 atau 2 sumber tekanan, katup menyediakan switching otomatis beralih ke modus sistem hidrolik ketika 3 sistem hidrolik aktif turun di bawah tekanan sumber sekitar 1.000 psi. Jika sistem hidrolik 1 adalah tidak tersedia, itu tidak berpengaruh pada sistem pengereman, karena sistem siaga 3 akan secara otomatis menggantikan sistem 1. Kehilangan sistem hidrolik 2 atau keduanya 1 dan 2 akan juga tidak berpengaruh pada sistem pengereman, karena sistem 3 akan secara otomatis berganti ke sistem menggantikan 2 atau 1 dan 2. Kehilangan sistem hidrolik 1 dan 3 akan menyebabkan hilangnya setengah dari tenaga pengereman pada setiap roda dan jarak pengereman tambahan akan diperlukan. Kehilangan sistem hidrolik 2 dan 3 akan juga menyebabkan hilangnya setengah dari tenaga pengereman pada setiap roda, membutuhkan tambahan jarak pengereman.

Seperti dalam pengerahan peralatan pendaratan, pendaratan peralatan isolasi di sistem hidrolik katup 1, 2 dan 3 harus terbuka untuk membolehkan sumber yang berlaku tekanan hidrolik ke rem roda pendaratan utama.

Rem MN A, B dan MN MN switch C terletak di dek penerbangan layar dan kontrol panel O14, O15 dan O16 dan memungkinkan daya listrik untuk rem / kendali anti-selip kotak A dan B. pengisian terletak di panel saklar L2 menyediakan tenaga listrik untuk mengaktifkan anti-selip bagian dari sistem pengereman kotak A dan B. rem MN A, B dan MN MN C saklar diposisikan ke atas untuk memasok tenaga listrik untuk rem kotak A dan B dan untuk pergi untuk menghilangkan daya listrik . The pengisian saklar diposisikan untuk di untuk mengaktifkan sistem anti-selip dan untuk pergi untuk menonaktifkan sistem.

Ketika berat dirasakan pada roda pendaratan utama, rem / anti-selip kotak A dan B diaktifkan, yang memungkinkan roda pendaratan utama rem untuk menjadi operasional.

Roda pendaratan utama rem yang dikendalikan oleh komandan atau pilot pedal rem terletak pada pedal kemudi majelis pada komandan dan pilot stasiun. Pedal 'posisi yang dapat disesuaikan dengan pegangan. Perintah pengereman dilakukan oleh komandan atau pilot memulai tekanan kaki di atas pedal rudder assembly.

Setiap pedal rem (kiri dan kanan) telah empat transduser diferensial variabel linear. Transduser pedal kiri unit akan menampilkan empat rem terpisah sinyal melalui rem / selip kotak kontrol untuk mengendalikan pengereman dua roda utama kiri. Pedal transduser yang tepat unit tidak juga untuk dua roda utama kanan. Ketika kaki tekanan diberikan pada pedal rem, yang transduser mengirimkan sinyal listrik dari nol sampai 5 volt dc ke rem / kendali anti-selip kotak. Jika kedua kanan digerakkan pedal, pedal dengan tekanan kaki terbesar menjadi pengendali ATAU pedal melalui sirkuit elektronik. Sinyal listrik yang sebanding dengan tekanan jari kaki. Keluaran energi listrik roda pendaratan utama kumparan rem pedal rem secara proporsional kepada defleksi, sehingga tekanan hidrolik yang dikehendaki untuk diarahkan ke rem roda pendaratan utama bagi aksi pengereman. Sistem rem pada setiap bungee pedal rem menyediakan buatan pengereman merasa ke anggota awak.

Masing-masing dari tiga sistem hidrolik 'sumber tekanan 3.000 psi dikurangi oleh regulator di masing-masing sistem hidrolik rem sampai 1.500 psi.

Anti-selip bagian dari sistem rem menyediakan pengereman optimal dengan mencegah selip ban atau roda mengunci dan kerusakan ban berikutnya.

Masing-masing roda gigi pendaratan utama memiliki dua kecepatan roda sensor yang menyediakan kecepatan rotasi informasi ke sirkuit kontrol selip di rem / selip kontrol kotak. Kecepatan setiap roda secara terus-menerus dibandingkan dengan rata-rata kecepatan roda empat roda. Setiap kali kecepatan roda satu roda berada di bawah 30 persen dari kecepatan rata-rata dari empat roda, rem selip menghilangkan kendali tekanan dari roda lambat sampai kecepatan roda itu meningkat menjadi kisaran yang dapat diterima. Sistem rem berisi delapan rem / selip katup kontrol yang menerima sinyal dari rem / selip kotak kontrol. Setiap katup mengontrol tekanan rem hidrolik ke salah satu kamar rem. Rem / selip katup kontrol rem berisi kumparan dan kumparan selip. Kumparan rem memungkinkan tekanan hidrolik untuk memasuki ruang rem. Koil yang selip, ketika disemangati oleh rangkaian kontrol selip, memberikan polaritas terbalik ke kumparan rem, mencegah kumparan rem dari tekanan untuk memungkinkan rem rem kamar.

Anti-selip kontrol secara otomatis dinonaktifkan di bawah 9-14 knot (11-17 mph) untuk mencegah hilangnya untuk manuver pengereman dan / atau datang ke benar-benar berhenti.

Anti-selip berisi sirkuit kontrol sistem deteksi kesalahan logika. Kuning yang pengisian lampu peringatan hati-hati dan terletak di dek penerbangan layar dan panel kontrol F3 akan diterangi jika anti-selip rangkaian deteksi kesalahan mendeteksi terbuka atau pendek dalam kecepatan roda sensor, terbuka atau pendek dalam anti-selip katup kontrol servocoil atau kegagalan dalam anti-selip rangkaian kontrol. Sebuah kegagalan item ini hanya akan menonaktifkan sirkuit yang gagal, bukan total anti-selip kontrol. Jika saklar daya rem pada dan saklar pengisian dinonaktifkan, maka pengisian lampu peringatan hati-hati dan akan diterangi.

Isolasi dan pemanas listrik dipasang pada bagian-bagian dari sistem hidrolik yang tidak memadai termal dikondisikan oleh individu sirkulasi sistem pompa hidrolik karena cairan hidrolik daerah stagnan.

Redundant pemanas listrik dipasang pada arahan utama garis fleksibel hidrolik terletak di sisi belakang setiap roda pendaratan utama penyangga antara modul dan rem rem. Pemanas ini diperlukan karena sistem fluida hidrolik mati-berakhir dan cairan tidak dapat diedarkan dengan pompa sirkulasi. Selain itu, pada OV-103 dan OV-104, sistem hidrolik 1 baris ke hidung roda pendarat berada di sebuah terowongan antara kompartemen dan maju awak pesawat. Termal pasif sistem kontrol pada OV-103 dan OV-104 yang melekat pada awak kabin, yang meninggalkan sistem hidrolik 1 baris ke roda pendarat hidung terkena suhu lingkungan, sehingga membutuhkan listrik pemanas pada garis di dalam terowongan. Karena sistem pengendalian termal pasif pada OV-102 melekat pada bagian dalam badan pesawat maju daripada awak kompartemen, tidak ada alat pemanas yang diperlukan pada sistem hidrolik 1 baris ke hidung landing gear on OV-102.

Sistem hidrolik rem Pemanas A, B, dan C switch di panel R4 mengaktifkan sirkuit pemanas. On OV-103 dan OV-104, rem hidrolik pemanas switch A, B dan C memberikan tenaga listrik dari bus utama yang terkait A, B dan C ke pemanas yang berlebihan pada roda pendaratan utama garis-garis yang fleksibel dan sistem hidrolik dalam 1 baris terowongan antara kompartemen awak pesawat dan ke depan mengarah ke hidung landing gear. Termostat pada setiap listrik A, B dan C siklus sistem pemanas secara otomatis mati atau di.

Sistem hidrolik rem Pemanas A, B dan C switch di R4 panel sirkuit mengaktifkan pemanas hanya pada roda pendaratan utama garis fleksibel hidrolik OV-102.

Karena kendala yang muncul dengan roda pendaratan utama sistem pengereman dalam mayoritas 24 pendaratan pertama, program perbaikan telah dilaksanakan untuk pendaratan utama gigi dan sistem pengereman di samping jangka panjang program perbaikan roda pendaratan utama rem.

As roda pendarat utama kekakuan telah ditingkatkan untuk mengurangi rem-ke-poros rem defleksi untuk mencegah kerusakan, yang terjadi pada pendaratan sebelumnya. Ini juga harus meminimalkan memakai ban. Poros dengan peningkatan ketebalan, ada poros / bantalan dan poros / sensor interface dipertahankan. Semua as roda pendarat utama akan diubah sebelum tiga pesawat pengorbit kembali.

Enam lubang ditambahkan ke dalam bagian-bagian hidrolik rem piston hidrolik sirkuler perumahan untuk membatasi aliran fluida dalam ruang-ruang untuk menghentikan fenomena berputar, yang telah diidentifikasi sebagai penyebab kerusakan rem.

Kontrol rem elektronik kotak-kotak itu diubah untuk memberikan tekanan hidrolik rem menyeimbangkan antara batas dalam rangka untuk menyamakan aplikasi energi. Hal ini mengakibatkan efisiensi yang lebih tinggi dan memungkinkan kemampuan penuh yang berdekatan rem. Anti-selip sirkuit yang mengurangi tekanan rem ke roda sebaliknya jika ban kempes dideteksi telah dihapus.

Sebelumnya, lebih tipis, berlapis karbon berilium cakram stator sedang digantikan dalam dua posisi dengan piringan tebal untuk menyediakan peningkatan yang signifikan pada kemampuan energi pengereman. Bahan tambahan ditambahkan ke stators meningkatkan kapasitas panas, dengan menghasilkan suhu yang lebih rendah, dan menyediakan stators dengan kekuatan yang lebih besar. Perhatikan bahwa rem roda pendaratan utama, yang dihadapkan pada dua 14-juta-kaki-pon wear-dalam siklus ditambahkan sebelum instalasi pada pengorbit, mengurangi kerusakan pada rem saat mendarat. Cakram stator yang tebal akan memberikan sekitar 65 juta kaki pon penyerapan energi, yang merupakan peningkatan yang signifikan atas cakram stator yang lebih tipis.

Jangka panjang rem karbon struktural program yang sedang berlangsung untuk memberikan kemampuan pengereman yang lebih tinggi dengan meningkatkan kemampuan penyerapan energi maksimum untuk 82 juta kaki pon dan untuk mengurangi biaya perbaikan. Rem baru ini akan terdiri dari lima rotor, cakram karbon tipe konfigurasi untuk masing-masing roda pendarat utama rem. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa heat sink rem karbon desain akan memiliki kemampuan untuk menyediakan satu kali berhenti dari 100 juta kaki pound. Lampu hijau untuk desain rem karbon diberikan pada bulan Januari 1986, dengan pengiriman dijadwalkan pada akhir April 1988.

Setelah kembali ke penerbangan dari pesawat luar angkasa, end-of-misi pendaratan yang direncanakan untuk Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California sampai kinerja sistem roda pendarat sepenuhnya dipahami dan keyakinan yang lebih tinggi dalam kemampuan prediksi cuaca didirikan di Kennedy Center.shuttle ruang kawasan landasan pacu fasilitas pendaratan di Florida.

Regangan telah ditambahkan ke setiap hidung dan gir pendaratan utama untuk memantau tekanan ban dan memberikan status tekanan ban selama tinggal di landasan peluncuran, peluncuran, orbit, deorbit dan mendarat ke awak pesawat dan Pusat Kontrol Misi di Houston.

Sebuah ban roda pendarat perbaikan dan permukaan landasan-studi yang berlangsung di NASA Langley Research Center untuk menentukan cara terbaik untuk memakai ban penurunan alami selama Kennedy Space Center.landings sebelumnya dan meningkatkan kemampuan arahan crosswind. Enam desain ban baru akan dievaluasi di Langley Research Center dengan berbagai yaw dan kemiringan sudut pada kecepatan hingga 253 mph. Tes tambahan di Langley Research Center adalah untuk memberikan kemampuan untuk model matematis ban gaya samping karakteristik.

Modifikasi yang dilakukan pada Kennedy Space Center.shuttle fasilitas pendaratan landasan pacu. Penuh width 300-kaki-kaki 3.500 bagian di kedua ujung landasan itu tanah untuk meratakan permukaan landasan pacu dan menghapus alur lintas. Korduroi pegunungan yang lebih kecil dari orang-orang yang menggantikan dan menjalankan panjang landasan pacu daripada di lebarnya. Zona pendaratan yang ada lampu juga dimodifikasi, dan tanda-tanda dari seluruh landasan dan overruns dicat. Tujuan utama dari modifikasi adalah untuk meningkatkan keselamatan dengan mengurangi memakai ban saat pendaratan.

Kekuatan saat ini pengorbit sistem arahan maksimum 240.000 pound. Evaluasi untuk pendaratan banyak £ 256,000, berhubungan dengan membatalkan pendaratan, harus selesai pada musim semi tahun 1988.

Studi-studi lain sedang berlangsung adalah penangkapan di tempat pendaratan hambatan (kecuali danau tempat tidur landasan pacu) untuk memberikan aman berhenti pada saat terjadi rem roda pendaratan utama kegagalan atau tak terduga kondisi landasan basah. Studi bersih penghalang akan menentukan apakah penghalang dapat dengan aman menghentikan pengorbit 256.000 pound bepergian pada 100 knot (115 mph) di ujung landasan. Juga sedang dipelajari adalah (1) instalasi tergelincir pada roda pendaratan yang dapat menghalangi potensi ditiup kedua ban di roda gigi yang satu ban telah ditiup, (2) sebuah lingkaran yang akan memberikan gulungan diprediksi dalam acara hilangnya kedua ban pada satu atau beberapa peralatan dan (3) penambahan sebuah penahan laju.

NOSE WHEEL STEERING

Hidung pengorbit roda adalah roda hidung steerable setelah touchdown di pendaratan. Roda hidung electrohydraulically steerable melalui penggunaan komputer untuk keperluan umum dan komandan atau pedal kemudi pilot, dalam hubungannya dengan sistem kontrol penerbangan pesawat pengorbit pada tongkat kontrol modus kemudi. Selain itu, roda hidung juga mungkin steerable melalui penggunaan komandan atau pedal kemudi pilot dalam modus langsung.